Pariwisata belum Beranjak Aman,

Inovasi Pembangunan tetap Berjalan Signifikan

 

            Terhitung sejak awal 2020 hingga hari ini, dunia belum beranjak bebas sepenuhnya dari pandemi global Covid-19. Turisme yang nafasnya bertalian dengan globalitas terpuruk begitu dalam. Bali pun, sebagai daerah tujuan wisata terdepan di Indonesia selama itu langsung kena dampak negatifnya. Meskipun demikian, pariwisata Bali tetaplah pariwisata Bali. Pariwisata dan wisatawan pengunjung adalah detak nafas yang sedari dahulu menghidupkan kehidupan masyarakat setempat.

            Sambil berharap petaka Corona segera berlalu, dengan protokol kesehatan yang ketat, pembangunan Bali tetap berjalan walaupun tidak selancar di era normal. Inovasi pembangunan dalam berbagai bentuknya sesuai situasi dan kondisi “desa” (tempat), “kala” (waktu), dan “patra” (situasi manusianya) harus selalu digelorakan karena hidup harus terus berjalan signifikan dan rencana-rencana pencapaian harus selalu diupayakan (the show must go on).

            Sesuai janjinya, Jurnal Bali Membangun Bali diniatkan mendiseminasi hasil riset, pengkajian, pengembangan, penerapan, invensi, dan inovasi pembangunan daerah Bali dengan berfokus dan memiliki ruang lingkup pada pembangunan perekonomian, pertanian, dan kepariwisataan serta dinamika sosial-budaya yang menyertainya. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan dan memajukan kualitas kesejahteraan dan peradaban masyarakat daerah setempat, dalam hal ini di wilayah Provinsi Bali. Untuk itulah dalam situasi keterpurukan akibat sang pandemi, JBMB tetap bersemangat memajukan berbagai bidang kehidupan, lebih-lebih pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Dalam edisi kali ini, volume 3 nomor 1, 2022, JBMB menyajikan beragam diskursus dengan agak memokus pada kehidupan pariwisata itu sendiri, khususnya green tourism (pariwisata hijau) yang sangat pro-lingkungan dan menjadi salah jawaban terpenting atas terjadinya pariwisata massal,  kapitalistik, dan sering mengabaikan kesehatan.

Terbitan April 2022 ini memuat (1) “Kebijakan Transformasi Jabatan dan Urgensinya pada Pemerintah Provinsi Bali” (I Made Mahadi Sanatana); (2) “Implementasi Pelayanan Prima Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Bali” (Ni Nyoman Hendri Wahyuni, Made Sudiarta); (3) “The Effectiveness of Online English Learning Activities in Rural Area: A Case Study of Timpag Village, Tabanan, Bali” (I Wayan Kiki Sanjaya, I Putu Ryan Dharma Putra); (4) “Analysis of Perishable Vendor Selection to Fulfill the Need of Production Department” (Kadek Rani Pratiwi, I Gusti Agung Bagus Mataram, Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini); (5) “Mengembangkan Strategi Atraksi Ekowisata Taman Sari Buwana” (Gde Bagus Panji Mahadi, I Putu Astawa, I Ketut Budarma); dan (6) “Best Practices of Sustainable Development to Make Six Senses Uluwatu a Green Hotel” (Adryansyah Pakpahan, I Gusti Agung Mas Krisna Komala, Ni Nyoman Triyuni).

Tahun ini juga JBMB diikutkan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali dalam sebuah ajang bernama Innovation Government Award. Proses penginputan dilakukan pada Juni 2022 dan pengumumannya oleh Badan Penelitian dan Pengabdian Kemendagri Republik Indonesia pada September tahun yang sama. Ini berarti edisi April 2022 akan menjadi penilaian panitia. Semoga jurnal kebanggan ini menang dan terutama mampu memberi kebermanfaatan dan makna bagi seluruh masyarakat daerah, khusunya di wilayah Provinsi Bali.

DOI: https://doi.org/10.51172/jbmb.v3i1

Published: Apr 6, 2022

Kebijakan Transformasi Jabatan dan Urgensinya pada Pemerintah Provinsi Bali

1-14 I Made Mahadi Sanatana
29

Implementasi Pelayanan Prima Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Bali

15-30 Ni Nyoman Hendri Wahyuni, Made Sudiarta
26

The Effectiveness of Online English Learning Activities in Rural Area: A Case Study of Timpag Village, Tabanan, Bali

31-40 I Wayan Kiki Sanjaya, I Putu Ryan Dharma Putra, I Gede Mudana, Budi Susanto
46

Analysis of Perishable Vendor Selection to Fulfill the Need of Production Department

41-56 Kadek Rani Pratiwi, I Gusti Agung Bagus Mataram, Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini, I Gde Agus Jaya Sadguna, I Wayan Basi Arjana, Solihin
26

Mengembangkan Strategi Atraksi Ekowisata Taman Sari Buwana

57-74 Gde Bagus Panji Mahadi, I Putu Astawa, I Ketut Budarma, Ni Made Rai Erawati, I Ketut Astawa, I Ketut Sutama
29

Best Practices of Sustainable Development to Make Six Senses Uluwatu a Green Hotel

75-98 Adryansyah Pakpahan, I Gusti Agung Mas Krisna Komala, Ni Made Ernawati, Ni Nyoman Triyuni, Ni Wayan Wahyu Astuti, I Ketut Suja
44