Vol. 1, No 3 (2020)
Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 3, Desember 2020

Tatanan Kehidupan Era Baru dan Mulainya Demam Menulis di JBMB

 


Berhubung teka-teki pandemi Covid 19 (Corona) belum benar-benar selesai, saat ini Indonesia dan Bali sudah memasuki tahapan atau era kehidupan baru. Protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat di antaranya dengan kebiasaan cuci tangan dan penggunaan masker serta jaga jarak dan sebagainya. Begitulah, hal-hal yang dahulu dianggap tidak normal sekarang ditata menjadi sesuatu yang normal. Roda ekonomi masyarakat harus berjalan tentu cara-cara baru. Kehidupan harus terus berjalan. The show must go on. Demikian juga kehidupan Jurnal Bali Membangun Bali, jurnal kebanggaan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali dan masyarakat Bali ini.


Tampak bahwa JBMB yang sudah memiliki ISSN cetak dan online ini hingga edisi ketiga (Volume 1 Nomor 3, Desember 2020) semakin diminati pasar penulisnya. Ada semacam demam menulis di jurnal ini. Lebih dari 10 naskah masuk untuk enam yang lolos. Tidak mengherankan, tampilan konten kali ini dapat dikatakan pilihan dari naskah-naskah yang diterima Redaksi namun tidak berarti bahwa artikel-artikel yang tidak masuk berkualitas tidak baik. Hanya tema-tema yang dihadirkan di edisi ini sengaja dipilih yang agak beragam di mana dua di antaranya masih tentang Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan betapa kompleksnya pembangunan dan perkembangan masyarakat Bali lebih-lebih dengan besar dan dalamnya dampak Covid-19 yang belum berakhir. Harapannya, di tengah suasana kehidupan era baru, tentu agar semua pihak, yakni pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat tetap menormalkan kegiatannya serta masyarakat dan semua pihak dapat terus bekerja dengan tenang dan mampu menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungannya.


Untuk itu, edisi menjelang tahun baru 2021 dan menjelang edisi menuju Terakreditasi Sinta (Science and Technology Index) ini, artikel-artikel berikut ditampilkan. Dua yang pertama bertema Corona, yaitu "Bali in the Covid-19 Pandemic: Population and Employment Dilemmas" (I Gusti Wayan Murjana Yasa) dan "Study of Problem Identification and Solution for Handling the Housing Stimulant Grant Program in the COVID-19 Pandemic: A Case Study in Muncan Village, Bali” (Ni Luh Putu Juniartini, I Ketut Suwantara, I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan). Berikutnya adalah tentang transportasi "Kajian Permintaan Perjalanan Penumpang dalam Rangka Penyediaan Prasarana Sarana Transportasi Umum di Bali” (Putu Hermawati, I G M Oka Aryawan, I Ketut Sutapa, I Made Anom Santiana); desa wisata "Mapping the Potential and the Development of Kendran as a Tourism Village Model in Bali" (Ni Putu Nina Eka Lestari, I Nyoman Rasmen Adi, Ni Nyoman Reni Suasih, Alit Sumantri); dan pertanian "Identifikasi Potensi dan Pengembangan Sistem Pertanian Organik menuju Bali Pulau Organik" (Anak Agung Istri Kesumadewi, I Wayan Susila, Gusti Alit Gunadi, Dewa Gede Raka Sarjana, I Wayan Diara, Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya). Artikel terakhir tentang e-government, yaitu "Pengembangan Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Provinsi Bali" (I Wayan Muka, Made Adi Widyatmika, I Ketut Gde Darma Putra).


Sambil berharap pandemi Covid-19 benar-benar hilang, semoga JBMB edisi ini dapat mencerahkan dan memberdayakan semua pihak.

Published: Dec 6, 2020

Vol. 1, No 2 (2020)
Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020

Covid-19 Belum Berlalu, JBMB Harus Terus Berkembang


Pembaca yang terhormat, Jurnal Bali Membangun Bali Volume 1 Nomor 2, Agustus 2020 adalah edisi yang spesial dalam pengertian tertentu. Dikatakan demikian karena sejak terbitnya edisi perdana (JBMB Volume 1 Nomor 1, April 2020) praktis situasi semua bidang kehidupan menjadi berubah dan cenderung penuh pertanyaan dengan adanya pandemi Covid-19 (Corona) setidaknya sejak pertengahan Maret, bahkan tidak saja di Provinsi Bali. Nyatanya Bali benar-benar menghadapi masalah yang luar biasa besar karena penyokong utama kehidupan masyarakat masa kini, yakni pariwisata, hampir lumpuh dengan tiadanya kedatangan wisatawan.


Dari latar di atas, pantas JBMB yang telah berhasil memeroleh ISSN, baik online maupun cetak, mengedepankan pewacanaan persoalan Covid-19 pada edisi kali ini. Kebetulan jurnal kebanggaan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali ini sudah mulai diminati pasar dan calon pasarnya. Buktinya cukup banyak artikel yang masuk untuk nomor kali ini. Karenanya editor memiliki kesempatan banyak untuk memilih dan memilah artikel-artikel sedemikian rupa. Disesuaikan dengan kondisi nyata yang berkembang saat ini, ditetapkanlah tema-tema diskursus Covid-19 sebagai fokus terbitan. Dalam konteks ini, BaRi Bali dengan JBMB-nya berniat memberikan sumbangsih informasi-informasi keilmuannya berupa artikel terkait yang berkualitas dan bermanfaat bagi semangat melawan penyebaran pandemi yang belum diketahui kapan berakhir tuntas.


Untuk kepentingan di atas, kali ini ditampilkan beberapa artikel yang memang tentang Covid-19 sementara sisanya tidak tentang Corona tetapi tetap bisa dihubungkan dengannya. Pertama, “The Distribution Process of the Housing Stimulant Grants Program (BSPS) during COVID-19 Pandemic Situation in Muncan Village, Karangasem Regency” dari Ni Luh Putu Juniartini, I Wayan Juniartha, dan I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan. Kedua, “Analisis Media Online Sebagai Sumber Informasi Wisatawan Australia dalam Mendapatkan Informasi Virus Corona di Bali” dari I Putu Hendika Permana. Ketiga, “Olahraga yang Aman di Masa Pandemi COVID-19 untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh” dari Yuliana, Keempat, “Pengobatan Tradisional Bali: Usadha Tiwang” dari I Nyoman Arsana, I Putu Sudiartawan, Ni Luh Gede Sudaryati, I Made Agus Gelgel Wirasuta, Pande Made Nova Armita, Ni Kadek Warditiani, Ni Made Widi Astuti, I Wayan Martadi Santika, Ida Bagus Wiryanatha, Putu Lakustini Cahyaningrum, dan Ida Bagus Putra Suta. Kelima, “Suplementasi Tepung Jagung Dalam Ransum Meningkatkan Kualitas Daging Sapi Bali” dari Ni Nyoman Suryani, I Wayan Suarna, I Gede Mahardika, dan Ni Putu Sarini. Terakhir, “Phytochemical and Antioxidant Capacity Test on Turmeric Extract (Curcuma Longa) Traditionally Processed in Bali” dari Pande Ayu Naya Kasih Permatananda, Anak Agung Sri Agung Aryastuti, Putu Nita Cahyawati, Desak Putu Citra Udiyani, D. Wijaya, I Gde Suranaya Pandit, dan Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya.


Untuk kepentingan pengembangan perjurnalan sendiri, diharapkan bahwa terbitan era Covid-19 ini mampu menjaga keberlangsungan JBMB karena tahun depan, setelah edisi keempat (Volume 2 Nomor 1, April 2021), JBMB diajukan ke Akreditasi SINTA (Science and Technology Index). Sembari berharap, berdoa, dan sekaligus mengusahakan bersama pandemi ini segera berlalu, tetap diharapkan jurnal ini berkembang terus dan terus berkembang ke depannya. Suka atau tidak, semua harapan itu harus diwujudkan, sebisanya, secepatnya.

Published: Aug 6, 2020

Vol. 1, No 1 (2020)
Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 1, April 2020

Jurnal Bali Membangun Bali di Bali Era Baru


Terhitung sejak April 2020 Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali berhasil menerbitkan Jurnal Bali Membangun Bali. Jurnal Bali Membangun Bali diniatkan mendiseminasi hasil riset, pengkajian, pengembangan, penerapan, invensi, dan inovasi pembangunan daerah Bali dengan berfokus dan memiliki ruang lingkup pada pembangunan perekonomian, pertanian, dan kepariwisataan serta dinamika sosial-budaya yang menyertainya, dalam upaya meningkatkan dan memajukan kualitas kesejahteraan dan peradaban masyarakat daerah setempat.


Jurnal ini dikonstruksi sebagai jurnal cetak dan sekaligus jurnal elektronik yang merupakan platform terkini penerbitan jurnal. Sebagai lembaga baru, BaRI Bali ternyata mampu menandai kehadirannya dengan keberadaan jurnal elektroniknya yang beralamat di http://ejournal.baliprov.go.id  yang menjadi representasi semangat global dengan gerakan green-nya. Hal ini juga gayut dengan paradigma pemerintah Provinsi Bali yang sangat “hijau” melalui “Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru”. Jadi Jurnal Bali Membangun Bali dengan BaRI Bali-nya dikembangkan dengan green technology yaitu open journal systems (OJS) dan tentu dengan sendirinya berupaya mengefektifkan penggunaan kertas pada edisi cetaknya di samping pada sistem pendistribusiannya.


Fakta OJS-isasi jurnal BaRI Bali ini secara jelas dibahas dalam artikel pertama yang khusus membahas Jurnal Bali Membangun Bali: “Era Kekinian Publikasi Open Journal System dan Perancangan Identitas Visual Jurnal Bali Membangun Bali” (I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan). Seperti inilah praktik-praktik Jurnal Bali Membangun Bali menuju Bali era baru.


Seperti artikel pertama, artikel kedua juga tentang green technology, yaitu “Aplikasi Pembelajaran Bahasa Bali Berbasis Interaktif Multimedia” (Putu Wirayudi Aditama).  Artikel-artikel lainnya adalah “Pengelolaan Sampah Dari Lingkup Terkecil dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan” (Ni Luh Putu Juniartini); “Tahapan Pemilu 2019 di Tengah Ancaman Bencana Alam: Studi Kasus Erupsi Gunung Agung” (Kadek Dwita Apriani dan Ni Made Ras Amanda Gelgel); “The Implementation of Marketing Mix to Increase Room Sales” (Ni Luh Putu Wahyuntari, I Gusti Putu Sutarma, Dewa Made Suria Antara); dan “Identity of Kecak Touristic Performance in Uluwatu Temple” (I Putu Adhis Putra Kencana, Ni Wayan Ardini, I Gede Mudana).

Published: Apr 6, 2020

Vol. 2, No 3 (2019)
Transformasi ke Badan Riset dan Inovasi Daerah

Terbitan BALI MEMBANGUN BALI kali ini (Volume 2 Nomor 3, Desember 2019) memberikan suatu transformasi yang positif dan visioner dalam dua hal. Pertama, secara kelembagaan, adanya transformasi ke Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali dari sebelumnya bidang Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Bappeda Litbang Provinsi Bali. Kedua adalah benar-benar dimulainya era digitasi jurnal di mana BMB di terbitan ini tidak saja berwajah konvensional berupa jurnal printed (cetak) tetapi juga mengalami modernasi dalam bentuk e-journal (jurnal elektronik).
Badan Riset dan Inovasi Daerah Bali pastilah menunjukkan semakin pentingnya peran riset dan inovasi dalam pembangunan Bali menuju kesejahteraan lahir dan batin masyarakatnya. Dengan demikian, kegiatan riset dan inovasi semakin fokus dan bertanggung jawab dilakukan sehingga tujuan, sasaran, dan manfaat yang diniatkannya akan relatif semakin bisa diwujudkan.

Published: Dec 12, 2019

Vol. 2, No 2 (2019)
Teknologisasi untuk Bali yang Lebih Baik : Analisis Daya Saing Daerah

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 (2019) yang dilaksanakan di Bali tanggal 25 hingga 28 Agustus memberikan inspirasi tersendiri bagi Bali Membangun Bali.  Pada edisi Volume 2 Nomor 2, Agustus 2019 ditampilkan sejumlah artikel bertemakan atau setidaknya bernuansakan teknologi. (1) “Penetrasi Papan Ketik Aksara Bali pada Pengguna Perangkat Mobile” oleh Ida Bagus Ary Indra Iswara, Putu Praba Santika, dan I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya; (2) “The Contribution Analysis of Online and Offline Travel Agent in Increasing Room Occupancy” oleh Ni Made Suwijati; (3) “Room Allotment Management to Increase Room Occupancy and its Implication to Hotel Management Strategy” oleh Vanny Oktafia Putri Rama, I Ketut Astawa, I Gusti Made Wendri, dan I Gede Mudana; (4) Tradisi Omed-omedan dalam Perspektif Industri Budaya” oleh I Nyoman Jayanegara; dan (5) “Analisis Daya Saing Daerah Provinsi Bali Tahun 2019” oleh I Wayan Wiasthana Ika Putra. Tulisan terakhir adalah “Mulat Sarira”.

Published: Aug 2, 2019

Vol. 2, No 1 (2019)
Generasi Milenial Pemilu 2019 : Membebaskan Bali dari Sampah Plastik

 BALI MEMBANGUN BALI Jurnal Bappeda Litbang Volume 2, Nomor 1, April 2019 menampilkan beberapa artikel tematik politik kepemiluan. “Pemilihan Umum Indonesia antara Demokrasi Pancasila dan Demokrasi Liberal” ditulis oleh Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mahendradatta. “Efek Ekor Jas dan Identifikasi Partai Politik dalam Pemilu Serentak 2019 di Bali” dirangkai oleh Kadek Dwita Apriani dari Program Doktor Ilmu Politik, Universitas Indonesia”. “Partisipasi Generasi Milenial dalam Kancah Politik Nasional 2019” diketengahkan oleh I Made Wimas Candranegara, I Putu Eka Mahardhika, dan I Wayan Mirta dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Warmadewa. Adapun “Perempuan Bali dalam Kontestasi Pemilu: Kuantitas vs Kualitas” ditampilkan oleh IGAA Dewi Sucitawathi dan I Wayan Joniarta dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Undiknas. Tulisan-tulisan tersebut sengaja dipilih dari berbagai riset perguruan tinggi yang dilakukan ilmuwanilmuwan yang menguasai bidang-bidang tersebut. Terdapat juga satu tulisan perdana dari komunitas Bappeda Litbang Provinsi Bali sendiri. Dalam catatan Redaksi, baru kali ini penulis internal muncul. Dalam hal ini, Ekapria Dharana Kubontubuh yang insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung mengkonstruk “Bali Bebas Sampah Plastik (menuju “Clean and Green Island”) sedemikian lincah dan enak dibaca dengan tak kalah ilmiahnya. Ekapria Dharana Kubontubuh berasal dari Sub Bidang Inovasi dan Teknologi, Bidang Penelitian dan Pengembangan. Akhirnya edisi kali ini ditutup oleh I Nyoman Anom Fajaraditya Setiawan dengan “Mulat Sarira”-nya. Selamat menunaikan ibadah demokrasi!

Published: Apr 2, 2019

Vol. 1, No 3 (2018)
Debirokrasi "Good Governance" Bali Dalam Tarikan Pembangunan Berkelanjutan

 Sad Kertih terdiri atas kertih (perilaku mulia) dalam atma, samudra, wana, danu, jagat, dan jana. Ia menyangkut enam hal yang wajib dilakukan untuk membangun alam semesta, termasuk manusia penghuninya. Sebagai konsep yang baik, maka ia harus dipraksiskan, yakni diwujudnyatakan dalam realitas sehingga terjadi persambungan antara aras objektif-teoretik dan aras subjektif-realistik. Persambungan tersebut ditunjukkan untuk mengatakan bahwa dalam kehidupan ini segala sesuatunya tidak boleh parsial, eksklusif, dan elitis melainkan menyeluruh, inklusif, sinergis, dan bergotong royong. Atas dasar itu semua, dalam edisi kali ini, BMB menampilkan materi: (1) Sad Kertih: Sastra Agama, Filosofi, dan Aktualisasinya; (2) “Debirokratisasi dan Pentingnya ‘Good Governance’ bagi Daerah”; (3) “Kesadaran Multikultural dan Kewirausahaan Masyarakat Desa (Kasus Desa Wisata Batuan, Bali)”; (4) “Bali dalam Tarikan Pembangunan Berkelanjutan”; dan (5) “Pernikahan ‘Pada Gelahang’”; serta rubrik tetap “Mulat Sarira”. Artikel-artikel di nomor ini menunjukkan racikan materi yang beragam tetapi menyatu di antara: (1) konsep pembangunan yang direncanakan pemerintah, (2) sistem kepemerintahan yang ideal dijalankan, (3) persoalan ke-SDMan desa, (4) arah kepariwisataan, dan (5) masalah ke-manusia-Bali-an dalam menghadapi globalisasi. Harapan kita semua adalah seluruh program pembangunan dapat dijalankan secara lancar dan berhasil mencapai sasaran sesuai yang direncanakan. Inilah bentuk tanggung jawab “pembangunan untuk Bali” dan bukan “Bali untuk pembangunan”. “Pembangunan untuk Bali” sangat segaris dengan diskursus “Bali membangun Bali”. Terkait pengembangan jurnal, semoga di tahun mendatang, BMB semakin bermanfaat dan bermakna bagi pembangunan dan kesejahteraan lahir-batin manusia Bali. Selamat menyongsong tahun baru 2019 untuk pencapaian (pembangunan) yang lebih baik.

Published: Dec 28, 2018

Vol. 1, No 2 (2018)
Dilema Demokrasi Elektoral : Bertumbuhnya Penduduk Bali

Tidak terasa terbitan ini (Volume 1, Nomor 2, Agustus 2018) merupakan edisi kedua BALI MEMBANGUN BALI JURNAL BAPPEDA LITBANG. Setelah edisi perdana yang menurut beberapa sumber dalam dan luar lumayan sukses, kita harus “melanjutkan hidup”, untuk sustainabel, sesuai janji jurnal sejak awal. Tidak perlu merasa diri hebat dengan suksesnya terbitan perdana karena selanjutnya adalah tergantung pada diri sendiri. Rentang setelah Agustus menuju Desember 2018, Bali disuguhi sisasisa aktivitas praktik demokrasi dengan berlalunya Pilgub 2018 Bali bulan Juni. Bulan September 2018 akan ada pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur baru: I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Bahkan suasana umum kepolitikan, tidak saja di Bali tetapi juga di Indonesia, tampak semakin hangat dengan bakal digelarnya Pilpres tahun depan (2019). Apa pun, yang penting adalah segala sesuatunya berlangsung kondusif dan masyarakat bisa melakukan aktivitasnya dengan aman, tenang, dan damai. Persoalannya bagi BMB adalah bagaimana di edisi kedua dan edisi-edisi selanjutnya agar ia disayangi: terus dibaca dan ditunggu-tunggu para pembacanya. Untuk kepentingan itulah BMB kali ini ingin memotret demokrasi dan kepemiluan yang coba dihubungkan dengan kependudukan di Bali. Tulisan tentang kependudukan tidak langsung dihubungkan dengan tulisan demokrasi dan kepemiluan tetapi pembaca dapat memaklumi bahwa alam demokrasi bergantung pada aspek-aspek demografis, termasuk dalam hal jumlah. Setidaknya persoalan jumlah pemilih diasumsikan berpeluang memengaruhi menang-tidaknya peserta Pemilu dalam kontestasi politik. Ada dua artikel terkait demokrasi dan Pemilu, yaitu “Dilema Demokrasi Elektoral” (I Nyoman Wiratmaja) dan “Proses Demokrasi melalui Pilkada yang Berkualitas menuju Pemimpin Bali” (Dewa Putu Mantera). Baru setelah itu terdapat “Bertumbuhnya Penduduk Bali Pasca-Reformasi (1998) dan Faktor-faktor Penyebabnya” (I Wayan Sudana). Tulisan ini secara agak khusus menelisik keadaan pasca Reformasi (1998). Sustainabilitas Bali bagaimana pun bergantung pada sustainabilitas alam, manusia, dan budayanya. Karenanya, BMB kali ini menampilkan “Kebertahanan Subak di Era Globalisasi” (Wayan Windia) dan “Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dalam Mendukung Pelestarian Subak” (Made Putra Suryawan). Seperti edisi sebelumnya, jurnal ditutup dengan MULAT SARIRA yang kali ini membahas tentang persoalan kependudukan Bali. Di luar itu, sustainabilitas alam, manusia, dan budaya Bali adalah juga sustainabilitas BMB

Published: Aug 17, 2018

Vol. 1, No 1 (2018)
Menuju "Quality Tourism" Kebencanaan Gunung Agung

Dengan segala kerendahan hati, kami memberanikan diri memulai sebuah era jurnal di lembaga kami --Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali-- melalui sebuah terbitan ilmiah setiap April, Agustus, dan Desember, bernama BALI MEMBANGUN BALI JURNAL BAPPEDA LITBANG. Tentu saja nomor perkenalan ini dalam sejarahnya terdokumentasi sebagai: Volume 1, Nomor 1, April 2018. Sebagai langkah perdana, ditampilkan lima artikel ditambah sebuah artikel bonus berbentuk beda. Berturut-turut adalah (1) “Kebencanaan dan Persoalan Pengungsi Gunung Agung” (Dewa Made Indra); (2) “Bali Hari Ini: Permasalahan Kepariwisataan dan Solusinya” (AA Gede Yuniartha Putra); (3) “Wisata Desa dan Desa Wisata” (Bagus Sudibya); (4) “Strategi Pemasaran Desa Ubud sebagai Destinasi MICE” (IGPB Sasrawan Mananda, Luh Gede Leli Kusuma Dewi); dan (5) “Layanan Prima menuju ‘Quality Tourism’ Bali” (I Wayan Nurjaya, Solihin, I Nyoman Kanca). Dilihat lebih dalam, ada yang menarik dari artikel-artikel yang ditampilkan. Secara isi, seluruh tulisan dapat diperas ke dalam tiga hal penting, yaitu politik, ekonomi, dan budaya. Artikel tentang Gunung Agung dari Dewa Made Indra membahas kebijakan politik dan penanganan masyarakat pengungsi. Artikel tentang permasalahan kepariwisataan dari AA Gede Yuniartha Putra lebih banyak terkait dengan aspek politik pemerintah dan ekonomi pariwisata. Artikel tentang desa wisata dari Bagus Sudibya dan strategi pemasaran MICE dari IGPB Sasrawan Mananda dkk lebih ke pokok persoalan ekonomi dan masyarakat. Artikel tentang pariwisata kualitas dari I Wayan Nurjaya dkk agak murni ke permasalahan ekonomi. Artikel yang secara khusus merepresentasikan tentang politik dimuat dalam rubrik Mulat Sarira (Refleksi). Dari sisi penulisnya, ada yang berasal dari lembaga pemerintah, ada pengusaha, serta ada anggota masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi (perguruan tinggi), dalam hal ini Universitas Udayana dan Politeknik Negeri Bali. 

Published: Apr 28, 2018