Acreditation Sinta
Article Template
EDITORIAL
Dari Persoalan Infra- dan Suprastruktur Pembangunan Bali
ke Pemasaran Pariwisata Global
Setelah sempat macet terbit beberapa bulan akibat perangkat teknologi informasi pendukung jurnal mengalami kerusakan hebat, Jurnal Bali Membangun Bali (Terakreditasi SINTA 5) akhirnya muncul lagi ke hadapan pembaca di akhir tahun 2025. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran infrastruktur digital dalam penerbitan media berbasis open journal systems (OJS) seperti JBMB. Apalagi terbitan kali ini diisi secara luas oleh sejumlah penulis dari perguruan tinggi di luar Bali, yaitu Universitas Jember, Universitas Bengkulu, dan President University.
Secara umum infrastruktur adalah fondasi fisik atau sistem dasar yang dibutuhkan, seperti jalan atau jembatan sedangkan suprastruktur adalah komponen non-fisik yang mengandalkan fondasi tersebut, seperti budaya, ideologi, dan aturan-aturan yang berlaku. Kebetulan atau tidak, JBMB Volume 6 Nomor 3 (Desember 2025) mempersoalkan infrastruktur (selain suprastruktur) terkait pembangunan Bali, baik dalam bidang yang terkait pariwisata atau bukan, yang sambung menyambung dengan persoalan-persoalan pariwisata, khususnya pemasaran global. Ada beberapa artikel tentang keinfrastrukturan dan kesuprastrukturan di edisi kali ini. (1) “Evaluasi Yuridis terhadap Penerapan Surat Keputusan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Provinsi Bali Berdasarkan Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018” oleh I Made Satya Graha dan Santi Pradayani (Universitas Jember) dan Trisna Gayatri (Universitas Bengkulu); (2) “Pertumbuhan dan Efektivitas Realisasi Anggaran Belanja pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buleleng” oleh Ni Nengah Putri Yani, I Gusti Ayu Purnamawati, dan Gede Adi Yuniarta (Universitas Pendidikan Ganesha); (3) “Pengelolaan Sampah Upacara Keagamaan di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar: Kajian Komposisi, Timbulan, dan Perilaku Masyarakat” oleh Putu Cintya Vidyanidhi dan Yunita Ismail (President University); (4) “Integrating Ethics to Heart: Between Bureaucratization and Democratic Accountability on Government Auditor” oleh I Gusti Ayu Purnamawati dan Komang Fridagustina Adnantara (Universitas Pendidikan Ganesha); dan (5) “Compensation Fairness and Driver Switching Intention: Evidence from KSU Sedana Murti” oleh I Wayan Julyan Satria Megano, I Gede Mudana, Ni Gst Nym Suci Murni, I Ketut Sutama, dan Gede Ginaya (Politeknik Negeri Bali).
Kemudian persoalan ke-suprastrukturan di artikel-artikel volume keenam ini dihubungkan dengan dunia bisnis pariwisata Bali lengkap dengan aspek pemasarannya. Tidak mengherankan, ada: (1) “Public Relations dan Community Engagement dalam Mempromosikan Wisata Konservasi Penyu di Serangan, Denpasar Selatan” oleh Ni Putu Devi Septiana dan Ni Kadek Winda Yanti (Universitas Pendidikan Nasional); (2) “Effectiveness of Localization and Brand Equity: The Case of Agoda in the Indonesian Domestic Travel Market” oleh Ida Bagus Putu Kawibhawa Suputra, I Made Darma Oka, Made Satria Pramanda Putra, Made Ernawati, dan Ni Made Sudarmini (Politeknik Negeri Bali); dan (3) “Komunikasi Pariwisata dalam Mendorong Keberlanjutan Destinasi Wisata: Kajian Literatur Teoretis” oleh Ni Luh Putu Widya Astuti dan Ni Made Prasiwi Bestari (Universitas Pendidikan Nasional).
Di tengah seringnya terjadi permasalahan sistem dalam proses penerbitan, JBMB terus melaju seiring terus berjalannya waktu. Ia bahkan terus melaju pada saatnya untuk pemerolehan peringkat SINTA yang lebih tinggi. Untuk itu, mari berhenti, jenak sebentar, merayakan pergantian waktu sambil berefleksi dan berkontemplasi untuk pencapaian harapan yang lebih baik setelahnya. Selamat berakhir tahun 2025: selamat memulai 2026 yang lebih baik
EDITORIAL
Tema Berbasis Alam, Tiga Peneliti Brida Badung Terlibat
Bali dalam berbagai diskursus yang muncul selalu dihubungkan dengan fenomena kebudayaannya yang kaya, menarik dan eksotik. Kebudayaan sendiri secara teoretis adalah fenomena manusia atau ke-manusia-an. Uniknya, berbicara tentang kebalian, (ke)budaya(an) selalu diintegrasikan dengan entitas alam dan/atau lingkungan fisiknya. Para leluhur Bali dengan caranya sendiri dapat dikatakan berjasa memberi pemahaman segala sesuatu secara holistik-integratif-sistematik, bahkan juga sekala-niskala, dan tidak seperti ilmu-ilmu modern yang membuat ekstrimitas dualisme dan bahkan oposisi biner: budaya-alam (culture-nature).
Berkenaan dengan hal di atas, Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB-Sinta 5) edisi Agustus 2025 (Volume 6 Nomor 2) secara agak khusus mengetengahkan lebih banyak tema alam dan lingkungan fisik. Seperti biasa ditampilkan 8 artikel. Lima artikel pertama adalah tentang alam dan lingkungan fisik yang mewujud ke dalam beberapa aspek, seperti pelestarian alam/lingkungan, pengembangan energi berbasis alam, agrikultur, dan pariwisata (desa wisata dan agrowisata). Tiga artikel lainnya bertema “gado-gado” yakni agar pembaca mendapat wawasan dan pengetahuan alternatif selain tema alam dan lingkungan.
Yang menarik adalah, dalam edisi kali ini, ada tiga peneliti dari Brida (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Badung yang terlibat. Mereka adalah I Nyoman Manuaba, Made Agus Sugianto, I G. A. Ngurah Lita Rumiati sementara yang lainnya berasal dari institusi atau organisasi yang beragam, termasuk kampus-kampus. Keterlibatan peneliti dari Brida di seluruh kabupaten/kota di Bali dirasakan sangat penting bukan hanya karena JBMB adalah jurnalnya Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali (Brida Bali) tetapi karena tupoksi Brida, seperti namanya, adalah melakukan riset alias meneliti. Jangan lupa, hasil penelitian yang tidak dipublikasikan (dan tidak dikomunikasikan) lewat jurnal ilmiah atau media lain tidak akan membumi karena hanya akan tersimpan di lemari-lemari perpustakaan dan beku dalam dokumentasi-dokumentasi yang tidak informatif. Bila demikian kondisinya, temuan penelitian tidak akan menyentuh ruang nyata masyarakat.
Kedelapan artikel yang terpublikasi di edisi kali ini adalah: (1) Green Energy Policy Implementation in Bali: Challenges and Opportunities oleh Ni Putu Bayu Widhi Antari, I.G.A.A. Dewi Sucitawathi Pinatih, dan I Wayan Joniarta dari Universitas Pendidikan Nasional; (2) “Tingkat Intrusi Air Laut di Wilayah Pesisir Kecamatan Kuta Utara, Badung” oleh I Nyoman Manuaba dan Made Agus Sugianto dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Badung; (3) “Pengaruh Pemberian Paket Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Perubahan Sifat Kimia Tanah pada Tanaman Jeruk Keprok Tejakula” oleh Ni Made Trigunasih, I Nyoman Rai, I Nyoman Wijaya, Gede Wijana, Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, Widhianthini, Ni Nyoman Ari Mayadewi, I Kadek Wisma Yudha, I Wayan Eka Karya Utama, dan I Wayan Surya Aditya Wigunanda) dari Universitas Udayana; (4) “Tantangan Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce, Reuse, Recycle di Kabupaten Badung” oleh Ni Made Satya Utami, I G. A. Dewi Tarini, I Wayan Darmada, I Gede Abdi Pustaka, dan Nyoman A. Mustika Putra dari Universitas Mahasaraswati Denpasar; (5) “Tourism Area Life Cycle Analysis in the Development of Aan Tourism Village, Klungkung” oleh Bella Desita Yusnny dan I Made Aswin Ananta Sena dari Universitas Pendidikan Nasional; (6) “Managing Menu and Culinary Offerings as a Cannelé Dining Scene at The Mulia, Mulia Resort & Villas” oleh I Wayan Wenten, Ni Made Ernawati, dan I Gede Mudana dari Politeknik Negeri Bali; (7) “Optimization of MSME Digitalization in Badung Regency oleh I G. A. Ngurah Lita Rumiati dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Badung, Aniceta Ardyahayu Anggarari dari BMKG Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai, Satya Tripayana dari PT QIS Certi Indonesia, dan I Gd. Sudi Pertama Yasa dari PT. Sinar Niaga Sejahtera; dan (8) “Interferensi dalam Cerita Pendek Berbahasa Bali di Media Massa: Kajian Sosiolinguistik” oleh I Gusti Putu Sutarma, Elvira Septevany, Ida Bagus Artha Adnyana, dan Ni Wayan Sadiyani dari Politeknik Negeri Bali.
Selamat menyimak!
Jurnal Bali Membangun Bali discusses the areas of regional development by focusing and having a scope on economic, agricultural and tourism development as well as the accompanying socio-cultural dynamics, in an effort to improve and advance the quality of welfare and civilization of the regional community.