Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026

					View Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026

Geliat Penulis Asing dan Akademisi Bali Utara

Sejarah serasa berulang. Penulis luar negeri meramaikan Jurnal Bali Membangun Bali Volume 7 Nomor 1 2026 yang berarti media ini semakin mendapat pengakuan luas. Pada Volume 5 Nomor 2 2024, Shilpa Vinod Sonawane seorang akademisi asal India yang bekerja di Departemen Pengembangan Bisnis, Wealthowetts, Uni Emirat Arab, bekerja sama dengan seorang akademisi Bali I Nyoman Cahyadi Wijaya asal Universitas Pendidikan Nasional menulis “Immersive Anthropological Methodology towards Sustainable Ecotourism: A Case Study of Bali, Indonesia” (https://doi.org/10.51172/jbmb.v5i2.365). 

Kali ini, JBMB menerima karya mahasiswa asal Tiongkok yang sedang melanjutkan studinya di Bali. Ia adalah Wang Yuhan. Berkolaborasi dengan Ni Made Ary Widiastini, mahasiswa pascasarjana magister manajemen ini mengerjakan “Tri Hita Karana: A Holistic Framework for Sustainable Tourism Development in Bali”. Sesuatu yang sangat bagus, karena diskursus pengetahuan lokal Bali yang sudah sangat populer, yaitu Tri Hita Karana, mendapat kajian dan perspektif dari luar Bali, bahkan luar Indonesia.

Wang Yuhan sedang berkuliah pascasarjana di Universitas Pendidikan Ganesha. Semua tahu Singaraja adalah kota pendidikan di Bali selaku ‘mantan’ ibukota provinsi. Tidak mengherankan, dalam konteks akademisi wilayah setempat, persoalan dan fenomena yang muncul di sekeliling kota dan bahkan Bali Utara langsung menjadi bahan penelitian dan tulisan akademisi setempat. Buleleng sendiri menjadi catatan penting Jurnal Bali Membangun Bali bahkan sejak beberapa terbitan lalu.

Di edisi ini, empat (kelompok) penulis asal Bali Utara meramaikan jurnal Sinta 5 ini. Dalam hal ini peran Universitas Pendidikan Ganesha patut diacungi jempol. Seperti diketahui, Undiksha adalah salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Bali. Kampus Seribu Jendela ini dikenal berfokus pada bidang kependidikan dan non-kependidikan dengan landasan falsafah Tri Hita Karana sebagaimana telaah Wang Yuhan.

Dari empat (kelompok) penulis asal Bali Utara tersebut, empat di antaranya adalah tentang persoalan Buleleng. (1) “Analisis Faktor dalam Penerapan Good Corporate Governance pada Pemerintah Desa Tista, Buleleng” oleh I Made Deby Triaska Putri, Desak Nyoman Sri Werastuti, I Made Dwita Atmaja, dan I Gusti Ayu Purnamawati dari Universitas Pendidikan Ganesha; (2) “Supply Chain Management and Green Economy on Business Continuity for MSMEs in Buleleng Regency” oleh I Gusti Ayu Purnamawati dan Elly Herliyani dari Universitas Pendidikan Ganesha; (3) “Analisis Pengadaan Barang dan Jasa Berbasis E-Katalog dalam Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi di Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng” oleh Ayu Putri Name Alicia, I Gusti Ayu Purnamawati, dan Ni Luh Gede Erni Sulindawati dari Universitas Pendidikan Ganesha; dan (4) “Video-Based Promotion Strategy to Increase the Economic Value of Local Coffee “Kejapa” in Tigawasa Village, Buleleng” oleh Rendi Syaputra Wau, Ni Made Ary Widiastini, dan I Gede Putra Nugraha dari Universitas Pendidikan Ganesha. Satu tulisan oleh akademisi dari Universitas Prasetiya Mulya dan Undiksha memotret fenomena luar Buleleng, yakni “Electric Coffee Cart Innovation in Denpasar City and Gianyar Regency as a Response to Changing Consumer Behavior oleh I Putu Andhika Putra dan Ni Made Ary Widiastini.

Meskipun demikian, topik-topik kepariwisataan tetap setia mewarnai jurnal kebanggaan pemerintah Provinsi Bali. Masuk akal mengingat Pulau Dewata adalah ‘ibukota pariwisata’ Indonesia. Kali ini artikel-artikel terkait yang muncul adalah “Developing Sadhu Lima Villa in Pererenan, Badung, Bali” oleh Fitri Hartini, I Gede Mudana, I Ketut Sutama, Kadek Ayu Dwi Juliasri, dan I Ketut Suparta dari Politeknik Negeri Bali” dan “The Implementation of Green Practices on Guest Satisfaction and Revisit Intention at Hotel Komune and Beach Club Bali” oleh Desak Nyoman Dewantari, Ni Made Ernawati, I Ketut Budarma, I Ketut Suparta, dan Gede Ginaya dari Politeknik Negeri Bali.

Selamat menikmati. Salam Je-be-em-be!

Published: 2026-04-30